|
Wednesday, 25 January 2012 09:53 |
|
Tergesernya Nilai Kebenaran Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Dhammakaro
Seiring dengan perjalanan dan bertambahnya usia dunia/bumi ini, setelah banyak melahirkan dan menumbuh-kembangkan manusia-manusia yang berintelek dan berpengetahuan tinggi, yang mampu menciptakan teknologi-teknologi super canggih sehingga membawa perkembangan dan kemajuan kehidupan umat manusia. Segala kebutuhan yang bersifat materi bukan lagi menjadi suatu yang sukar untuk diperoleh. Walau dewasa ini, data kemiskinan (terutama di Indonesia) menunjukkan peningkatan angka yang serius.
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 24 January 2012 09:49 |
|
Tentang Kebenaran
Berbicara tentang Kebenaran, itu adalah biasa. Kebanyakan agama mengakui bahwa mereka - hanya kepunyaan mereka masing-masing - yang mengandung Kebenaran (kalau tidak begitu bagaimana mereka bisa mempromosikan keberadaan mereka, dan mendapatkan serta mempunyai pengikut?) Tetapi siapa yang dapat mempertunjukkannya? Ketika ditanyai tentang hal itu, mereka meminta dengan tegas agar kita harus mempercayainya sebelum kita dapat melihatnya.
|
|
Read more...
|
|
Sunday, 22 January 2012 07:07 |
|
Sumbangan Buddha Terhadap Umat Manusia Oleh : Yang Mulia Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nayake Mahathera
Antara semua pengasas-pengasas agama dalam dunia ini tiada seorang pun kecuali Buddha mendakwa dirinya sebagai seorang manusia. Walaupun seorang manusia, beliau ialah seorang insan yang luar biasa. Beliau telah menyempurnakan dalam kelahiran tak terpermanai kesemua sepuluh Dasa Paramita atau 10 Kesalihan Boddhisatta. Dasa Paramita terdiri daripada :
|
|
Read more...
|
|
|
Monday, 23 January 2012 09:42 |
|
Teladan Sejati Oleh : Dhammavicaro
Sejarah umat manusia mencatat bahwa pada permulaan abad ke enam sebelum Masehi, di bumi ini telah lahir seorang pangeran yang menjalani kehidupan sebagai pertapa; seorang Teladan Sejati sepanjang kehidupan umat manusia pada masa itu, masa kini dan masa yang akan datang. Sejarah juga menyuratkan bahwa kendati telah mencapai Pencerahan Agung, Sang Buddha Gotama tidak pernah menga- nggap diri-Nya sebagai Putera Tunggal, Utusan, Pembawa atau Penerima pesan kudus dari sesuatu yang adikodrati. Sebaliknya, dengan kejujuran dan kesahajaan, Beliau mengakui diri-Nya terlahir dari dan sebagai manusia biasa, tumbuh sebagai manusia biasa, berjuang untuk manusia biasa, mencapai keberhasilan sebagai manusia biasa, dan membabarkan Kebenaran Sejati (Dhamma) sebagai manusia biasa.
|
|
Read more...
|
|
Saturday, 21 January 2012 09:14 |
|
Suara Keheningan Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Ajahn Sumedho
Sewaktu Anda menjadi semakin tenang, Anda akan dapat mengalami suara keheningan di pikiran. Anda mendengarnya sebagai bunyi yang berfrekwensi tinggi, suatu bunyi dering yang selalu ada. Biasanya bunyi itu tidak pernah diperhatikan. Kini ketika Anda mulai bisa mendengar suara keheningan, bunyi itu merupakan tanda kekosongan - tanda keheningan pikiran. Anda selalu dapat kembali padanya. Bila Anda berkonsentrasi pada suara itu dan melihatnya, maka suara itu dapat membuat Anda merasa sangat damai dan bahagia. Sementara bermeditasi dengan obyek keheningan itu, Anda membiarkan kondisi-kondisi pikiran berhenti tanpa menekannya dengan kondisi yang lain. Kalau tidak, Anda hanya akan berakhir dengan tumpukan satu kondisi di atas kondisi-kondisi lainnya.
|
|
Last Updated on Monday, 30 January 2012 09:44 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |